Wheel of Fortune, Keberuntungan Dalam Roda yang Berputar
Kembali bekerja dalam rutinitas yang terkadang menjemukan setelah libur panjang membutuhkan dorongan semangat yang sangat besar. Apakah kita sudah punya rencana untuk menghadapi dunia dan negara yang seolah tidak baik-baik saja? Dibilangnya gelap. Tapi pasti nggak mau kan ya kalau hidup kita jadi gelap.
Memulai segala sesuatu memang membutuhkan perencanaan yang matang. Jika asal-asalan, hasilnya pun akan asal-asalan. Namun jika kebanyakan rencana tidak segera dimulai ya kita tidak akan segera melihat hasilnya.
Seorang penjual cilok yang tampaknya pekerjaan sederhana pun pasti membuat perencanaan. Berapa butir cilok yang akan dia jual hari ini? Mau jualan di mana, dari jam berapa sampai jam berapa? Berapakah modal yang dibutuhkan?
Saya kutip dari artikel Refleksi pada Tabloid Kontan, 7 April 2025, bapak manajemen modern Peter Drucker berkata, berkas kerja (pekerjaan) yang tidak dihasilkan lewat proses perencanaan yang benar, tak lebih dari sekedar janji dan harapan kosong.
Di dalam manajemen Jepang ada jargon: perencanaan yang baik sama dengan 80% eksekusi.
Sebelum roda berputar sangatlah penting memastikan kondisi roda apakah cukup baik dan kokoh untuk melalui medan atau jalan yang bisa jadi tidak selalu mulus namun harus naik turun dengan batuan terjal.
Dengan roda seperti yang digambarkan dalam kartu tarot Wheel of Fortune yang berjalan baik dan lancar, di sinilah sesungguhnya mengandung keberuntungan, kesuksesan. Bukan berarti harus berjalan di jalan landai yang mulus. Meskipun melewati jalan terjal berliku, kita tetap tangguh dan terus berjalan. Mau selalu berproses dibentuk oleh Semesta menjadi pribadi yang semakin utuh. (DT)
And tagged : kartu tarot, keberuntungan, manajemen, rencana, tarot, wheel of fortune
