Suro dalam Tarot (1)

Posted on : 4 July 2025

Suro adalah bulan pertama dalam penanggalan Jawa. Bulan ini diyakini sebagai bulan yang memiliki kekuatan spiritual tinggi. Bagi masyarakat Jawa, malam 1 Suro adalah waktu terbaik untuk melakukan refleksi, kontemplasi, dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Tradisi seperti tirakat, zikir, hingga topo bisu (berdiam tanpa bicara) dilakukan untuk membersihkan batin dan meningkatkan kesadaran spiritual. Selain dimaknai secara religius dan filosofis, malam 1 Suro juga identik dengan berbagai pantangan dan mitos yang berkembang turun-temurun.

Malam 1 suro juga mengandung momen sakral yang sarat makna mistis. Di balik suasana hening dan penuh perenungan, tersimpan berbagai mitos dan pantangan yang masih dipercaya hingga kini, terutama oleh masyarakat Jawa.

Mulai dari larangan bepergian hingga kepercayaan soal kekuatan gaib, malam 1 Suro kerap dijalani dengan kehati-hatian dan doa-doa perlindungan. Berikut ini adalah beberapa mitos dan pantangan malam 1 Suro yang masih dipercaya masyarakat

1. Larangan Keluar Rumah di Malam Hari
Salah satu mitos yang paling umum adalah larangan keluar rumah saat malam 1 Suro. Konon, malam ini dipercaya sebagai waktu di mana makhluk halus lebih aktif dan berkeliaran. Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan untuk berdiam diri di rumah demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

2. Tidak Menggelar Pesta atau Hajatan
Mengadakan pesta, pernikahan, khitanan, atau hajatan besar lainnya dianggap tidak pantas dilakukan selama bulan Suro. Tradisi Jawa menyebutkan bahwa melangsungkan hajatan pada bulan Suro dapat mendatangkan kesialan, karena dianggap mengganggu ketenangan spiritual malam yang sakral. Selain itu ada pula yang meyakini, pesta atau hajatan yang digelar oleh manusia selama bulan Suro akan mengganggu hajatan yang diadakan oleh makhluk gaib selama bulan ini.

3. Dilarang Berkata Kasar atau Menyakiti Orang Lain
Ucapan kasar atau kata-kata buruk sangat dihindari selama bulan Suro. Masyarakat percaya bahwa apa yang diucapkan pada bulan ini bisa menjadi kenyataan. Oleh karena itu, setiap individu dianjurkan menjaga lisan, berbuat baik, dan memperbanyak doa.

(bersambung)

This entry was posted in : Lain-lain

Leave a Reply