WANGSIT SURO (2)

Posted on : 27 August 2020

Selain ritual, masyarakat Jawa juga mempercayai berbagai pantangan selama Suro, yang jika dilanggar akan membawa sial.
Pantangan itu diantaranya:
1. Mengadakan pesta misal pernikahan, sunatan, dan pesta-pesta yang lain. Karena bulan Suro adalah bulan tirakat. Bulan untuk menyucikan diri. Bulan diam sejenak untuk berefleksi. Pesta dan hajatan lain yang sifatnya bersenang-senang dapat dilakukan pada bulan lain selain suro.
2. Pindah rumah. Ada masyarakat yang meyakini jika tetap pindah rumah pada bulan Suro, rumah tangga akan retak bahkan bisa hancur atau anggota keluarga ada yang akan meninggal dunia.
3. Bepergian jauh. Pantangan ini muncul karena bulan Suro saatnya kita lebih banyak diam di rumah, bertirakat. Hendaknya tidak bepergian jauh apalagi yang tujuannya untuk bersenang-senang dan mencari hiburan.

Terlepas dari berbagai pantangan dan larangan tersebut, jika memang terpaksa kita melakukan salah satu dari tiga hal itu, ucapkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk memohon kelancaran dan terbebaskan dari bencana dan hal-hal yang bisa membuat celaka.

Bagaimanakah Suro jika dilihat menggunakan Kartu Tarot? Ada pesan apa sajakah?
Kartu yang pertama muncul adalah The Wheel atau roda kehidupan, roda keberuntungan. Hidup adalah sebuah siklus. Ada senang ada susah, ada keberhasilan ada pula kegagalan. Di bulan Suro ini kita diajak untuk semakin menyadari dan bisa menerima dengan lapang dada. Kita jadikan setiap pengalaman adalah pelajaran yang berharga.
Kartu yang kedua adalah 10 of Cups. Kartu ini berarti keharmonisan. Ada keselarasan ketika hidup di keluarga dan bersama orang lain di sekitar kita. Hendaknya juga mampu menjaga keharmonisan bersama dengan makhluk gaib atau metafisika yang ada di sekitar kita, karena ini tetangga kita juga.
Kartu ketiga adalah Ace of Cups. Mengalir saja dalam hidup. Tidak perlu terlalu berambisi karena akan jadi stress. Jadikan hidup ini seperti permainan, ya dinikmati saja alirannya. Jangan terlalu dijadikan beban. Supaya kita dapat menjalani hari dengan riang dan bahagia, meskipun masih berada dalam masa pandemi yang penuh keterbatasan.

Leave a Reply