Going With The Flow

Posted on : 27 February 2020

Apakah kamu pernah merasa sendiri, sepi? Tidak ada gairah hidup. Merasa gagal. Apa yang kamu rencanakan seolah-olah tidak ada jalannya. Kamu merasa menjadi orang yang paling tidak berguna.
Cobalah berefleksi. Mungkin ada satu hal dalam hidup yang belum kamu lakukan. Going with the flow. Cobalah hening. Letakkan semua pikiran dan egomu. Dengarkan suara semesta. Apa yang DIA mau? Apa yang DIA rencanakan untukmu?
Kartu Osho Zen Tarot Going with the flow dalam kartu tarot yang lain sama dengan Ace of Cups. Kartu ini digambarkan dengan sosok manusia yang mengambang di atas air. Dia dengan rileks mengikuti aliran air tersebut. Pasrah ke mana air itu akan membawanya. Si orang itu pasif, tidak menolak arah air. Mengalir saja tanpa merasa bosan. Dia menerima semua yang terjadi dalam hidup. Tidak menolak dengan berkata: aku tidak suka atau memilih pergi ke jalan yang lain.
Dalam setiap kesempatan hidup, kita punya pilihan. Apakah kita akan mengikuti aliran air atau mencoba berenang naik untuk melawan arus.
Ketika kartu ini muncul dalam sesi konsultasi tarot dapat berarti saat ini kamu memiliki kemampuan untuk mengalir, ikuti aliran air. Percaya bahwa hidup dan semesta akan mendukungmu dan membawamu ke tempat kamu ingin pergi. Ikutilah kata hatimu, enjoy saja. Dengan berbagai peristiwa yang kamu alami kamu akan bertumbuh lebih dan lebih baik lagi. Semua akan terjadi seperti yang seharusnya.
Hidup memang harus selalu mengalir, bukan berhenti. Bergerak dan selalu mengalir seperti air. Dalam ajaran Lao Tzu pernah dikatakan: jalan atau ajaran Tao adalah mengikuti jalan air. Bergerak seperti air.
Ada beberapa jenis pergerakan yang cukup bagus. Yang pertama adalah bergerak ke arah yang dalam, mencari dataran atau tanah yang rendah. Tidak ada ambisi. Tidak ada keinginan untuk menjadi yang pertama, malah ingin menjadi yang terakhir.
Dalam ajaran Katolik, Yesus juga bersabda: barangsiapa menjadi yang terakhir akan menjadi yang pertama di Kerajaan Allah.
Yang terakhir dalam hal ini dapat diartikan sebagai kerendahan hati. Mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan pribadi. Tidak ada ambisi pribadi. Ambisi dapat digambarkan sebagai tanjakan atau bergerak naik. Air selalu ke bawah. Jadi, ikutilah aliran air dengan menempatkan dirimu dalam kerendahan hati. Jika gagal, jatuh, bangkitlah. Bergerak lagi ikuti aliran air. Jangan memaksa untuk berenang ke atas, karena itu ambisi, ego dan kamu akan lelah.

This entry was posted in : Renungan
And tagged : , , , ,

Leave a Reply